Kasus Bilqis (Manusia dan Penderitaan)

Manusia dan Penderitaan

Beberapa hari yang lalu melihatnya di salah satu Stasion TV swasta. Namanya Bilqis Anindya Passa. Ketika muncul di TV tersebut, Bilqis terlihat memang tidak sehat, tubuhnya berwarna kehitam-hitaman mata kekuningan, sebiah ciri yang memang tidak biasa untuk anak bayi yang berusia 17 bulan. Apa yang membaut Bilqis seperti itu. Bilqis yang lahir pada tanggal 20 Agustus 2008 tersebut menderita penyakit Atresia Bilier.

Atresia Bilier adalah penyakit dimana tidak terbentuknya saluran empedu atau tidak berkembang secara normal. Untuk menyembuhkannya, Dokter menganjurkan untuk di Operasi secepatnya. Biaya untuk operasinya ditaksir 1 Milyar Rupiah. Operasi tersebut pun harus dilakukan diluar negeri karena di dalam negeri belum bisa terlaksana. Pada saat usianya 50 hari, Bilqis pun telah di operasi. Operasi pengangkatan saluran empedu yang kemudian disambungkan ke usus 12 jari.

Mengingat biaya operasi yang sangat besar, orang tua Bilqis, Donny Ardianta Passa (33) dan Dewi Farida (37) sempat putus harapan. Bagaimana tidak, operasi tranplantasi yang akan dilakukan diluar negeri tersebut membutuhkan biaya yang jauh dari jangkauan mereka. Untuk pengobatan Bilqis sampai hari ini saja tidak sedikit.
Kemudian, terinspirasi dengan Kasus Prita Mulyasari, mereka pun menggalang dana melalui situs jejaring sosial Facebook. Buat anda yang tergerak untuk membantu Bilqis meraih kehidupan masa depan yang cerah dan sehat, silahkan meluncur ke Facebooknya. Disana terdapat nomor rekening untuk menyalurkan Bantuan.

February 4th, 2010

Lagi, sebuah gerakan sosial yang sebelumnya pernah diberikan saat kasus menimpa Ibu Prita kini terulang kembali. Berbeda dengan kasus yang menimpa Ibu Prita, kasus yang dialami oleh Bilqis bukanlah sebuah kasus pencemaran nama baik karena umurnya yang masih di bawah lima tahun tak mungkin bisa melakukan apa yang dilakukan oleh ibu Prita. Apa yang dialami oleh Bilqis merupakan sebuah penyakit yang sangat berbahaya.

Bilqis adalah bocah yang baru berusia 17 bulan. Warga Gang Masjid di Jalan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, tersebut divonis menderita atresia bilier. Suatu penyakit di mana saluran empedu tidak dapat terbentuk dan tidak dapat berkembang secara normal. Penyakit ini dapat berakibat kerusakan hati dan sirosis hati.

Gerakan koin cinta untuk Bilqis ini hingga saat ini sudah terkumpul hingga ratusan juta, walaupun begitu, belum ada penghitungan resmi terkait jumlah total yang sesungguhnya karena gerakan ini masih terus berlangsung diberbagai wilayah, Dan menurut salah satu informasi ada yang menyebutkan jika koin cinta untuk Balqis ini sudah mencapai hingga Rp 900.000.000 (Sembilan ratus juta rupiah).

Melihat gejala semcam ini dan melihat pada kasus Ibu Prita sebelumnya menunjukan bahwa kepedulian rakyat Indonesia kepada sesama sebenarnya masih sangat tinggi walaupun ini sangat berbeda jauh dengan pejabat-pejabat negeri ini yang MUNGKIN kepedulian mereka terhadap sesama telah LUNTUR, dan ini bisa sangat terlihat dengan kinerja mereka yang belum tentu baik tapi justru berjuang untuk memperkaya diri sendiri, dari pengadaan mobil mewah, rumah mewah dan terakhir berencana ingin menaikan Gaji mereka. Ini menurutku benar-benar dan sangat-sangat TERKUTUK !

Kembali kepada musibah yang dialami Bilqis dan kepedulian masyarakat yang masih sangat tinggi menjadikan kita bangga karena masih memiliki saudara sebangsa dan setanah air yang masih begitu tinggi nilai kepedulian mereka terhadap penderitaan saudara yang lain (Tapi tidak untuk pejabat).

Namun dari itu semua, tetap saja kadang saya masih berfikir, kepedulian yang kita bangun selama ini terlihat seolah ketika MEDIA SECARA BESAR-BESARAN mempublikasikan kasus-kasus semacam ini sehingga masyarakat menjadi terpancing dan termotivasi untuk membantu. Sehingga dengan demikian, saya masih sangat YAKIN betapa Peran dan Fungsi Media dalam Membangun Opini Pblik dan sekaligus Peran dan fungsi Media sebagai Control Social di masyarakat masih dan masih sangat KUAT pengaruhnya dalam gerakan seperti Koin Cinta untuk Bilqis ini.

Dengan demikian saya sangat berharap media harus selalu aktif dan AKTIF untuk selalu memberikan informasi-informasi seperti penderitaan Ibu Prita dan Bilqis yang SESUNGGUHNYA diluar dari mereka SANGAT DAN SANGAT MASIH BANYAK YANG MENGALAMI PENDERITAAN SERUPA, sehingga diharapkan dengan perhatian media tersebut, kesadaran masyarakat kita untuk berbagi dengan sesama terus terjalin dan berjalan sehingga pada akhirnya kepedulian terhadap sesama tersebut tidak hanya karena adanya publikasi dari media saja tapi benar-benar murni sebuah kepedulian yang memang sudah sewajibnya kita lakukan.

Dikutip : dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: